Membuat Sitasi dan Daftar Pustaka

TEKNIK SITASI

Sitasi atau kutipan dapat diartikan sebagai sebuah upaya yang dilakukan oleh penulis untuk memberitahu pembaca bahwa bagian-bagian tertentu dari sebuah tulisan berasal dari sumber yang ditulis oleh penulis lain. Terdapat sejumlah alasan bagi seorang penulis kenapa harus membuat kutipan/ mengutip, alasan tersebut antara lain:

  • Penulis harus memberi tahu bahwa ada beberapa bagian dari tulisannya yang merupakan ide atau karya orang lain (Menghindari Plagiarisme).
  • Ide dan informasi yang diambil dari karya tulisan lain akan mendukung pernyataan atau argumen yang dibuat oleh penulis (Dukungan Konseptual)
  • Pembaca bisa jadi ingin mengetahui atau memeriksa (cross-check) karya asli dan membacanya langsung, sehingga memudahkan untuk mencari jejak dan detail dari buku atau karya yang dikutip (Petunjuk bagi pembaca)

Gaya pengutipan itu sendiri sejatinya terdapat sejumlah format dan jenis, salah satu diantaranya adalah gaya pengutipan APA (American Psychological Association Style). Gaya pengutipan APA adalah gaya pengutipan yang terdiri dari elemen penulis dan tanggal (author-date) atau (nama penulis dan tahun publikasi). Selanjutnya untuk informasi lebih spesifik, gaya pengutipan APA juga dimungkinkan untuk mencantumkan informasi nomor halaman jika seandainya penulis ingin memberikan infromasi yang lebih detil terkait sumber yang digunakan dalam tulisannya.

Contoh Sitasi APA Style:

Teori merupakan konstruksi buatan manusia sehingga tidak dapat disamakan dengan realitas yang sebenarnya (Littlejohn, 2002, h. 19).

 

MENYUSUN DAFTAR PUSTAKA

Setelah penulis melakukan pengutipan dalam sebuah tulisan, tugas selanjutnya adalah menyusun daftar pustaka. Dalam menyusun daftar pustaka dengan gaya APA Style, terdapat beberapa ketentuan dan elemen yang harus dipenuhi, diantaranya:

  1. Nama belakang pengarang diikuti oleh inisial nama depan.
  2. Tahun penerbitan buku (dalam tanda kurung).
  3. Judul buku (dicetak miring).
  4. Edisi (dalam kurung bulat), jika selain yang pertama.
  5. Kota penerbit.
  6. Nama penerbit.

Rumus/ Format Daftar Pustaka APA Style:

Nama belakang, nama depan. (Tahun). Judul. Kota penerbit: Nama penerbit

Littlejohn, S. W. (2002). Theories of human communication (7th ed.) California: Wadsworth

Mengutip sumber selain buku

Dalam menyusun sebuah tulisan, tentu bukan hanya buku yang menjadi satu-satunya sumber referensi tetapi terdapat juga sumber referensi lain yang bisa dijadikan sebagai sumber atau bahan kutipan, antara lain: Book chapter, kamus (ensiklopedia), Artikel Jurnal, Conference Paper, Artikel Koran dan Majalah, Publikasi Pemerintah, Thesis/Laporan Penelitian Ilmiah, Situs Internet/ Halaman Web, Sumber Internet lain, Brosur, Catatan Perkuliahan, Video atau DVD dan Program Televisi, contohnya kami sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: (KLIK DISINI)

 

Sumber: Dari berbagai sumber

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn